Daftar Blog Saya

Kamis, 27 Februari 2014

Jenis dan kegunaan pasir dalam bangunan

Assalamualaikum
Susah lama saya tidak memposting lagi,akibat tugas yang menumpuk dan paket internet yang habis,lagipula ada Mid semester minggu depan, hadeeeh.... puyeng....,selagi saya masih bisa memposting,kali ini saya akan membahas tentang Jenis dan kegunaan pasir dalam bangunan.
 
Pasir adalah bahan bangunan yang banyak dipergunakan dari struktur paling bawah hingga paling atas dalam bangunan. Baik sebagai pasir urug, adukan hingga campuran beton. Pasir untuk bangunan mempunyai jenis yang berbeda-beda. Ada beberapa jenis pasir yang biasa dijual untuk bahan bangunan, antara lain :
1. Pasir Beton
Yaitu pasir yang warnanya hitam dan butirannya cukup halus, namun apabila dikepal dengan tangan tidak menggumpal dan akan puyar kembali. Pasir ini baik sekali untuk pengecoran, plesteran dinding, pondasi, pemasangan bata dan batu.

2. Pasir Pasang
Yaitu pasir yang lebih halus dari pasir beton. Ciri-cirinya apabila dikepal akan menggumpal dan tidak akan kembali ke semula. Pasir pasang biasanya digunakan untuk campuran pasir beton agar tidak terlalu kasar sehingga bisa dipakai untuk plesteran dinding.

3. Pasir Elod
Yaitu pasir yang paling halus diantara pasir beton dan pasir pasang. Ciri-cirinya apabila dikepal akan menggumpal dan tidak akan puyar kembali. Pasir jenis ini tidak bagus untuk bangunan. Biasanya dipakai untuk campuran pembuatan batako.

4. Pasir Merah
Yaitu pasir yang ciri-cirinya hampir sama dengan pasir beton namun lebih kasar dan batuannya agak lebih besar. Pasir ini bagus digunakan untuk bahan cor.

Lalu bagaimana cara memilih pasir yang baik untuk bahan bangunan?
Menurut Standar Nasional Indonesia (SK SNI – S – 04 – 1989 – F : 28) disebutkan mengenai persyaratan pasir atau agregat halus yang baik sebagai bahan bangunan sebagai berikut :
  1. Agregat halus harus terdiri dari butiran yang tajam dan keras dengan indeks kekerasan < 2,2.
  2. Sifat kekal apabila diuji dengan larutan jenuh garam sulfat sebagai berikut:
  • jika dipakai natriun sufat bagian hancur maksimal 12%.
  • jika dipakai magnesium sulfat bagian halus maksimal 10%.
  • Tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 5% dan apabila pasir mengandunglumpur lebih dari 5% maka pasir harus dicuci.
  • Pasir tidak boleh mengadung bahan-bahan organik terlalu banyak, yang harus dibuktikan dengan percobaan warna dari Abrans–Harder dengan larutan jenuh NaOH 3%.
  • Susunan besar butir pasir mempunyai modulus kehalusan antara 1,5 sampai 3,8 dan terdiri dari butir-butir yang beraneka ragam.
  • Untuk beton dengan tingkat keawetan yang tinggi reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.
  • Pasir laut tidak boleh digunakan sebagai agregat halus untuk semua mutu beton kecuali dengan petunjuk dari lembaga pemerintahan bahan bangunanyang diakui.
  • Agreagat halus yang digunakan untuk plesteran dan spesi terapan harusmemenuhi persyaratan pasir pasangan

Syarat batas gradasi pasir adalah :



bagaimana cara pengecekan terhadap pasir?
Saat membeli pasir, mungkin kita tidak sempat melakukan pengetestan secara teknis, kita dapat melakukan pengecekan kualitas dengan cara sederhana seperti dibawah ini :
  1. Untuk mengecek kadar lumpur yang asda pasir, bisa dilakukan dengan cara memasukkan pasir kedalam gelas yang sudah terisi dengan air. Kemudian botol digoncang dengan kuat dan kemudian biarkan hingga isi dalam gelas sampai tenang. kalo misalnya pasir banyak mengandung lumpur, akan kelihatan dengan jelas dimana lapisan lumpur akan tertumpu diatas pasir.
  2. Untuk mengecek apakah pasir mengandung kotoran oraganik,lakukan dengan cara ambilkan segenggam pasir kemudian letakkan di sebuah wadah, kemudian tuangkan soda (sodium hydroxide) ke pasir tersebut. Kemudian tunggu beberapa saat, jika warna pasir berubah menjadi coklat, berarti pasir tersebut banyak mengandung bahan kimia organik.

Jumat, 14 Februari 2014

Cara menghitung atap bangunan

 Halo Kawan,sehubung ada tugas mencari atap dan penutup atap bangunan, sekalian aja posting hasil tugas nya,
Atap merupakan bagian penting dari rumah, sebagai pelindung terhadap panas matahari, air hujan, dan benda-benda lain yang bisa jatuh dari atas dan masuk ke dalam rumah kaya buah jambu,buah mangga gitu,terus ada anak-anak iseng lemparin batu.. hihihihihii...
Beberapa bentuk atap seperti :     - Atap Pelana
    - Atap Perisai / Limas (contoh : joglo)
    - Atap Flat (contoh : bentuk miring / datar)
    - Atap Doom (contoh : kubah masjid)
    - Atap Khusus (contoh : gedung MPR, rumah batak, toraja)

Beberapa bahan penutup atap biasanya seperti :
    - Atap Ringan, seperti Jerami, Ijuk, Seng, Asbes, Polycarbonat,Daun Kelapa,Daun Palem
    - Atap Sedang, seperti Genteng Tanah, Genteng Keramik, Genteng Beton, Genteng Kayu
    - Atap Berat, seperti Dak Beton Cor


Makin berat bahan penutup atap, makin besar resiko tertimpa benda berat. Bila atap tersebut roboh akibat terjadi gempa bumi, apalagi kalo kena longsor... Berikut cara praktis untuk menghitung atap flat, limas, pelana dan perisai.
1. Cara menghitung luasan atap Flat datar. Biasanya dipakai untuk dak beton cor: Kebutuhan luasan atap = Panjang x Lebar
Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m Luasan atapnya adalah = (6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m = (7.6m x 11.6m) = 88.16 m2
2. Cara menghitung luasan atap limas / perisai / pelana. Luasan atap dihitung dalam satuan m2:  Kebutuhan luasan atap = (Panjang x Lebar) / Cos(z) dimana : z adalah sudut kemiringan atap
Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m Sedang sudut kemiringan atap 30 derajat. Luasan atapnya adalah = ((6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m) / (Cos 30) = (7.6m x 11.6m) / (Cos 30) = 88.16 m2 / 0.866 = 101.7984 m2
Catatan : Rumus ini masih bisa dipakai untuk menghitung pada atap yang berbentuk campuran perisai dan pelana.

Sekian cara mudah menghitung atap bangunan mohon koreksi nya
terima kasih

Kamis, 30 Januari 2014

Menghitung kebutuhan material jendela kayu


Jendela kayu banyak digunakan sebagai ventilasi sekaligus memperindah rumah tinggal, bahan untuk membuat jendela bisa menggunakan perpaduan kayu dan kaca atau alumunium kaca, pemilihan dapat menyesuaikan selera dan anggaran biaya yang disediakan khusus untum pembuatan jendela rumah. disini kita coba untuk membuat contoh menghitung kebutuhan material jendela kayu barangkali berguna bagi yang kebetulan sedang mencari referensi tutorial tentang ini.
Contoh perhitungan kebutuhan material pada jendela
Sebuah jendela kayu ukuran lebar 70 cm dan tinggi 150 cm, menggunakan kusen kayu ukuran 5 cm x 10 cm dan daun jendela setebal 3 cm lebar 12 cm. kaca jendela ukuran 35 cm x 115 cm. berapa jumlah material kayu dan kaca yang diperlukan untuk membuat jendela ini?
Kebutuhan kusen jendela kayu
  • Kita hitung terlebih dahulu luas penampang kayu yaitu 0,05 m x 0,1 m = 0,005 m2.
  • Lalu mencari total panjang kusen adalah 1,5 m + 0,7 m + 1,5 m + 0,7 m = 4,4 m.
  • Jadi jumlah meter kubik kayu yang dibutuhkan sama dengan 4,4 m x 0,005 m2 = o,o22 m3.
  • Jika panjang kayu per batang 3 m , maka jumlah kayu yang dibutuhkan 4,4 : 3 =1,47 btg.
Kebutuhan daun jendela kayu
  • Luas penampang kayu 0,03 m x 0,12 m = 0,0036 m2.
  • Total panjang kayu untuk membuat jendela ini adalah 1,4 m + 0,36 m + 1,4 m + 0,36 m = 3,52 m. angka 1,4 m berasal dari total tinggi jendela 1,5 m dikurangi kusen atas dan bawah masing-masing 0,05 m jadi 1,5 – 0,05 – 0,05 = 1,4 m. sedangkan angka 0,36 m berasal dari lebar daun jendela dikurangi tebal kusen lalu dikurangi lagi bagian daun jendela yang sudah kita hitung dari arah tegak jadi 0,7-0,05-0,05-0,12-0,12 = 0,36 m.
  • Jadi volume meter kubik kayu daun jendela sama dengan 3,52 m x 0,0036 m2 = 0,012672 m3.
  • Jika panjang kayu perbatang 3 m, maka jumlah batang kayu yang diperlukan 3,52 : 3 = 1,173 btg.
Kebutuhan besi angkur
  • Kita lihat tabel besi untuk mengetahui berat besi diamater 10 mm seberat 0,62 kg/m.
  • Kita cari total panjang besi akur yang diperlukan = 6 bh x 0,2 m = 1,2 m.
  • Jadi total berat besi diamater 10 mm = 1,2 m x 0,62 kg/m = 0,744 kg.
Maka kita ketahui jumlah material yang dibutuhkan untuk membuat jendela kayu kaca seperti gambar diatas yaitu
  • Kayu kusen 5 cm x 10 cm sebanyak 1,47 btg.
  • Kayu daun jendela ukuran 3 cm x 12 cm sebanyak 1,173 btg.
  • Besi angkur diamater 10 cm dipotong masing-masing 20 cm sebanyak 6 bh sehingga totalnya ada 1,2 m.
  • Kaca tebal 6 mm ukuran 35 cm x 115 cm. dengan luas 0,4025.
  • Engsel jendela 2 bh.
  • Kunci jendela 1 bh.
  • Handel jendela 1 bh.
Demikian contoh menghitung bahan yang dibutuhkan untuk membuat satu jendela ukuran 70 cm x 150 cm
mohon dikoreksi jika ada yang salah dan terimakasih

Kamis, 23 Januari 2014

Penutup atap bangunan

 Hai kawan... 
sorry jarang ngepost.. di karenakan tugas yang kurang menumpuk.... LOL 
dah, ah langsung aja ke materi penutup atap...

Penutup atap merupakan salah satu komponen dalam sebuah bangunan yang sangat penting, karena selain dari fungsinya terhadap bangunan, dari segi keindahan pun terkadang juga perlu diperhitungkan. Untuk jenis penutup atas saat ini sudah banyak sekali jenis dan bentuknya, saat ini juga dengan mudah menemukan berbagai macam merek atau tipe yang ada dipasaran.
Ada beberapa jenis bahan penutup atap yang sering digunakan, diantaranya:

Genteng
Penutup atap yang umum digunakan adalah genteng, ada berbagai bahan atau bentuk genteng yang ada dipasaran. Yang umum ditemukan terbuat dari tanah liat, namun ada juga jenis genteng metal, genteng beton, genteng keramik.

Dak Beton/ Plat Beton
Penutup atap yang terbuat dari kombinasi besi dan cor beton, biasanya digunakan untuk rumah modern atau minimalis, sering ditemui juga pada teras rumah, loteng, dsb. Namun bahan ini sedikit lebih mahal, dan permasalahan yang sering muncul adalah terjadinya retakan atau bocor karena kesalahan saat pengecoran atau perawatan pasca pengecoran.

Sirap
Sirap biasanya dibuat dari kayu besi/kayu ulin tua yang tahan cuaca. Bentuknya yang unik biasa digunakan untuk bangunan yang bergaya alami atau menyatu dengan alam. Namun saat ini sudah jarang yang menggunakan jenis bahan pentup atap dari sirap, karena mahal dan juga sulitnya memperoleh bahan.

Seng
Seng adalah bahan penutup atap yang murah, ringan dan tahan lama. Namun mempunyai sifat yang menahan panas, berkarat, kurang menarik secara penampilan dan mudah terhempas angin. Penutup atap dari bahan seng biasanya mudah ditemukan didaerah yang berhawa dingin, biasanya daerah-daerah yang berada di pegunungan atau yang berhawa dingin lainnya.

Asbes
Bentuknya serupa dengan seng, hanya saja bahan yang digunakan berbeda. Penggunaan atap asbes sangat tidak dianjurkan untuk rumah tinggal, karena asbes mengandung bahan yang berbahaya bagi kesehatan, berdampak kurang baik terhadap kesehatan dalam jangka panjangnya.
Plastik komposit (polycarbonate dan poly propylene)
Jenis penutup atap ini umumnya digunakan untuk bangunan penutup atap pada struktur pelengkap rumah, seperti carport atau tempat parkir. Merupakan jenis penutup atap dari bahan plastic komposit, dengan bentuk lembaran hampir sama dengan penutup atap seng, bentuknya ada yang polos dan bergelombang.

Selain jenis penutup diatas, ada juga jenis penutup atap lainnya, misalnya saja kaca, kain terpal, atau bahan dari alam yang biasa ditemukan pada rumah-rumah tradisional. Dari masing-masing jenis atap diatas tentu mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, oleh karenanya harus jeli dalam memilih atau menentukan jenis atas mana yang sesuai dengan kebutuhan. Semoga bermanfaat.

Selasa, 24 Desember 2013

Cara menghitung kebutuhan lantai

Seringkali kita bingung, berapa jumlah keramik yang dibutuhkan untuk mengisi seluruh ruangan yang ada, sehingga seringkali jumlahnya tidak sesuai dengan kebutuhan ruangan, baik itu kebanyakan ataupun kedikitan.

Posisi pemasangan keramik lantai pada tempat tinggal atau gedung umumnya diantaranya :
1. Lantai didalam ruangan tempat tinggal, contohnya area tamu, kamar tidur, area keluarga, area tv, dsb.
2. Lantai kamar mandi.
3. Lantai teras, ( teras depan atau teras belakang )
4. Halaman, ( halaman depan atau halaman belakang )
5. Garasi ( mobil atau sepeda motor )
6. Balkon.
7. Dan seterusnya, bergantung disain tempat tinggal tersebut.

Keramik lantai yang biasa dipasang tersebut mempunyai ukuran yang beragam, serta biasa mempunyai wujud bujursangkar. Ada yang berukuran 20x20 ( satuan didalam cm. ), ada 30x30, 40x40, 60x60, 80, 80, dan seterusnya. Umumnya ukuran 60x60 keatas yaitu memiliki bahan granit, semi granit, serta marmer. Keramik lantai jarang sekali mempunyai ukuran > 40x40, untuk keramik dinding.

Banyak hal yang butuh diketahui sebelum melakukan perhitungan jumlah keramik lantai :
1. Keramik yang dijual di pasaran umumnya dikemas di dalam kotak. Didalam 1 kotak tersebut terdiri dari sebagian keping keramik, yang jika dihitung luas totalnya tidak seluruhnya berjumlah 1 m2. Ada yang 1 kotak berjumlah pas 1 m2, ada yang kurang dari 1 m2, serta ada yang kian lebih 1 m2.

2. Customer beli keramik didalam satuan kotak, bukan hanya didalam satuan mtr. Persegi.

3. Keramik lantai ukuran 20x20, umumnya didalam 1 kotak berjumlah 25 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 1 m2, dikarenakan luasnya = 0, 2m kali 0, 2m kali 25 = 1 m2.

4. Keramik lantai ukuran 30x30, umumnya didalam 1 kotak berjumlah 11 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 0, 99 m2, dikarenakan luasnya = 0, 30m kali 0, 30m kali 11 = 0, 99 m2.

5. Keramik lantai ukuran 40x40, umumnya didalam 1 kotak berjumlah 6 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 0, 96 m2, dikarenakan luasnya = 0, 40m kali 0, 40m kali 6 = 0, 96 m2.

6. Keramik ( granit, semi-granit ) lantai ukuran 60 kali 60, didalam 1 kotak ada berjumlah 3 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 1, 08 m2, dikarenakan luasnya = 0, 6m kali 0, 6m kali 3 = 1, 08 m2.

7. Keramik ( granit, semi-granit ) lantai ukuran 60 kali 60, didalam 1 kotak ada berjumlah 4 keping. Ini bermakna 1 kotak keramik tersebut sama juga dengan 1, 44 m2, dikarenakan luasnya = 0, 6m kali 0, 6m kali 4 = 1, 44 m2.

Di sini jelas tampak bahwa, 1 kotak keramik belum pasti luas keramik 1 kotak tersebut = 1 m2. Ini bergantung pada ukuran keramiknya serta berapakah keping keramik yang dikemas didalam 1 kotak tersebut.

Contoh perhitungan :

Dari gambar denah tempat tinggal di bawah, contohkan keramik lantai yang akan dipakai yaitu berukuran 40x40, serta 1 kotak keramik tersebut berjumlah 6 keping ( data ini harus diketahui terlebih dulu ). Berapakah kotak keramik lantai ( tidak terhitung lantai kamar mandi ) yang perlu kita beli untuk keperluan tempat tinggal tersebut... ?

Jawaban :

1. Kalkulasi luas keseluruhan lantai tempat tinggal yang akan dipasang keramik yang sejenis.
2. Kalkulasi jumlah keramik ukuran sejenis yang dibutuhkan untuk dipasang pada lantai di no.1
3. Kalkulasi jumlah keramik yang semestinya dibeli ( + 3% dari perhitungan di atas )
Jumlah keramik yang dibeli = (perhitungan no.2 x 103 % )

Catatan : menambahkan 3% ini menurut pengalaman, untuk mengantisipasi keramik yang pecah serta keramik yang tidak terpakai ( sisa potongan ).

Sabtu, 21 Desember 2013

Jenis dan kelas-kelas kayu dalam konstruksi bangunan

Kayu merupakan salah satu material bahan bangunan yang sering digunakan dalam konstruksi. Setiap kayu memiliki sifat dan ciri tersendiri baik dalam segi keindahan serat, kadar air, keawetan, berat jenis, kerapatan, dan kekuatan.

Maka dalam memilih kayu yang akan dipergunakan ada baiknya kita mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi. Selain agar kita dapat mengetahui kayu yang cocok dengan kriteria dan spesifikasi yang kita inginkan, tentunya juga agar kita tidak tertipu dengan jenis-jenis kayu lainnya.


Kayu Jati
KAYU JATI

Kayu jati sering dianggap sebagai kayu dengan serat dan tekstur paling indah. Karakteristiknya yang stabil, kuat dan tahan lama membuat kayu ini menjadi pilihan utama sebagai material bahan bangunan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Kayu jati juga terbukti tahan terhadap jamur, rayap dan serangga lainnya karena kandungan minyak di dalam kayu itu sendiri. Tidak ada kayu lain yang memberikan kualitas dan penampilan sebanding dengan kayu jati.


Pohon Jati bukanlah jenis pohon yang berada di hutan hujan tropis yang ditandai dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun. Sebaliknya, hutan jati tumbuh dengan baik di daerah kering dan berkapur di Indonesia, terutama di pulau Jawa. Jawa adalah daerah penghasil pohon Jati berkualitas terbaik yang sudah mulai ditanam oleh Pemerintah Belanda sejak tahun 1800 an, dan sekarang berada di bawah pengelolaan PT Perum Perhutani. Semua kayu jati kami disupply langsung dari Perhutani dari TPK daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kami tidak memakai kayu jati selain dari 2 daerah tersebut.


Harga kayu jati banyak dipengaruhi dari asal, ukuran dan kriteria batasan kualitas kayu yang ditoleransi, seperti: ada mata sehat, ada mata mati, ada doreng, ada putih. Penentuan kualitas kayu jati yang diinginkan seharusnya mempertimbangkan type aplikasi finishing yang dipilih. Selain melindungi kayu dari kondisi luar, finishing pada kayu tersebut diharapkan dapat memberikan nilai estetika pada kayu tersebut dengan menonjolkan kelebihan dan kekurangan kualitas kayu tersebut.

Kayu Merbau
KAYU MERBAU

Kayu Merbau termasuk salah satu jenis kayu yang cukup keras dan stabil sebagai alternatif pembanding dengan kayu jati. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II dan Kelas Kuat I, II. Merbau juga terbukti tahan terhadap serangga. Warna kayu merbau coklat kemerahan dan kadang disertai adanya highlight kuning. Kayu merbau biasanya difinishing dengan melamin warna gelap / tua. Merbau memiliki tekstur serat garis terputus putus. Pohon merbau termasuk pohon hutan hujan tropis. Pohon Merbau tumbuh subur di Indonesia, terutama di pulau Irian / Papua. Kayu merbau kami berasal dari Irian / Papua.

Kayu Bangkire
KAYU BANGKIRE/YELLOW BALAU

Kayu Bangkirai termasuk jenis kayu yang cukup awet dan kuat. Termasuk kayu dengan Kelas Awet I, II, III dan Kelas Kuat I, II. Sifat kerasnya juga disertai tingkat kegetasan yang tinggi sehingga mudah muncul retak rambut dipermukaan. Selain itu, pada kayu bangkirai sering dijumpai adanya pinhole. Umumnya retak rambut dan pin hole ini dapat ditutupi dengan wood filler. Secara struktural, pin hole ini tidak mengurangi kekuatan kayu bangkirai itu sendiri. Karena kuatnya, kayu ini sering digunakan untuk material konstruksi berat seperti atap kayu. Kayu bangkirai termasuk jenis kayu yang tahan terhadap cuaca sehingga sering menjadi pilihan bahan material untuk di luar bangunan / eksterior seperti lis plank, outdoor flooring / decking, dll. Pohon Bangkirai banyak ditemukan di hutan hujan tropis di pulau Kalimantan. Kayu berwarna kuning dan kadang agak kecoklatan, oleh karena itulah disebut yellow balau. Perbedaan antara kayu gubal dan kayu teras cukup jelas, dengan warna gubal lebih terang. Pada saat baru saja dibelah/potong, bagian kayu teras kadang terlihat coklat kemerahan.

Kayu Kamper
KAYU KAMPER

kayu kamper telah lama menjadi alternatif bahan bangunan yang harganya lebih terjangkau. Meskipun tidak setahan lama kayu jati dan sekuat bangkirai, kamper memiliki serat kayu yang halus dan indah sehingga sering menjadi pilihan bahan membuat pintu panil dan jendela. Karena tidak segetas bangkirai, retak rambut jarang ditemui. Karena tidak sekeras bangkirai, kecenderungan berubah bentuk juga besar, sehingga, tidak disarankan untuk pintu dan jendela dengan desain terlalu lebar dan tinggi. Termasuk kayu dengan Kelas Awet II, III dan Kelas Kuat II, I. Pohon kamper banyak ditemui di hutan hujan tropis di kalimantan. Samarinda adalah daerah yang terkenal menghasilkan kamper dengan serat lebih halus dibandingkan daerah lain di Kalimantan.


Kayu Kelapa
KAYU KELAPA

Kayu kelapa adalah salah satu sumber kayu alternatif baru yang berasal dari perkebunan kelapa yang sudah tidak menghasilkan lagi (berumur 60 tahun keatas) sehingga harus ditebang untuk diganti dengan bibit pohon yang baru. Sebenarnya pohon kelapa termasuk jenis palem. Semua bagian dari pohon kelapa adalah serat /fiber yaitu berbentuk garis pendek-pendek. Anda tidak akan menemukan alur serat lurus dan serat mahkota pada kayu kelapa karena semua bagiannya adalah fiber. Tidak juga ditemukan mata kayu karena pohon kelapa tidak ada ranting/ cabang. Pohon kelapa tumbuh subur di sepanjang pantai Indonesia. Namun, yang paling terkenal dengan warnanya yang coklat gelap adalah dari Sulawesi. Pohon kelapa di jawa umumnya berwarna terang.


kayu meranti merah
KAYU MERANTI MERAH

Kayu meranti merah termasuk jenis kayu keras, warnanya merah muda tua hingga merah muda pucat, namun tidak sepucat meranti putih. selain bertekstur tidak terlalu halus, kayu meranti juga tidak begitu tahan terhadap cuaca, sehingga tidak dianjurkan untuk dipakai di luar ruangan. Termasuk kayu dengan Kelas Awet III, IV dan Kelas Kuat II, IV. Pohon meranti banyak ditemui di hutan di pulau kalimantan

kayu karet
KAYU KARET

Botanical Name: Hevea brasiliensis

Family Name: Euphorbiaceae

Kayu Karet, dan oleh dunia internasional disebut Rubber wood pada awalnya hanya tumbuh di daerah Amzon, Brazil. Kemudian pada akhir abad 18 mulai dilakukan penanaman di daerah India namun tidak berhasil. Lalu dibawa hingga ke Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya termasuk tanah Jawa.

Warna Kayu
Kayu karet berwarna putih kekuningan, sedikit krem ketika baru saja dibelah atau dipotong. Ketika sudah mulai mengering akan berubah sedikit kecoklatan.
Tidak terdapat perbedaan warna yang menyolok pada kayu gubal dengan kayu teras. Bisa dikatakan hampir tidak terdapat kayu teras pada rubberwood.

Densitas
Kayu karet tergolong kayu lunak - keras, tapi lumayan berat dengan densitas antara 435-625 kg/m3 dalam level kekeringan kayu 12%.
Kayu Karet termasuk kelas kuat II, dan kelas awet III, sehingga kayu karet dapat digunakan sebagai substitusi alternatif kayu alam untuk bahan konstruksi


Kayu Gelam
KAYU GELAM

Kayu gelam sering digunakan pada bagian perumahan, perahu,
Kayu bakar, pagar, atau tiang tiang sementara. Kayu gelam dengan diameter kecil umumnya dikenal dan dipakai sebagai steger pada konstruksi beton, sedangkan yang berdiameter besar biasa dipakai untuk cerucuk pada pekerjaan sungai dan jembatan. Kayu ini juga dapat dibuat arang atau arang aktif untuk bahan penyerap.

Kayu Ulin
KAYU ULIN

Kayu ini banyak digunakan untuk bahan bangunan rumah, kantor, gedung, serta bangunan lainnya. Berdasarkan catatan, kayu ulin merupakan salah satu jenis kayu hutan tropika basah yang tumbuh secara alami di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan Kalimantan.
Jenis ini dikenal dengan nama daerah ulin, bulian, bulian rambai, onglen, belian, tabulin dan telian.
Pohon ulin termasuk jenis pohon besar yang tingginya dapat mencapai 50 m dengan diameter samapi 120 cm, tumbuh pada dataran rendah sampai ketinggian 400 m. Kayu Ulin berwarna gelap dan tahan terhadap air laut.
Kayu ulin banyak digunakan sebagai konstruksi bangunan berupa tiang bangunan, sirap (atap kayu), papan lantai,kosen, bahan untuk banguan jembatan, bantalan kereta api dan kegunaan lain yang memerlukan sifat-sifat khusus awet dan kuat. Kayu ulin termasuk kayu kelas kuat I dan Kelas Awet I.

kayu akasia
KAYU AKASIA

Kayu Akasia (acacia mangium), mempunyai berat jenis rata-rata 0,75 berarti pori-pori dan seratnya cukup rapat sehingga daya serap airnya kecil. Kelas awetnya II, yang berarti mampu bertahan sampai 20 tahun keatas, bila diolah dengan baik. Kelas kuatnya II-I, yang berarti mampu menahan lentur diatas 1100 kg/cm2 dan mengantisipasi kuat desak diatas 650 kg/cm2. Berdasarkan sifat kembang susut kayu yang kecil, daya retaknya rendah, kekerasannya sedang dan bertekstur agak kasar serta berserat lurus berpadu, maka kayu ini mempunyai sifat pengerjaan mudah, sehingga banyak diminati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi maupun bahan meibel-furnitur.

Demikian mengenai materi Mengenal Jenis dan Ciri Kayu Yang Sering Digunakan Sebagai Bahan Konstruksi semoga bermanfaat untuk anda semuanya.

Menghitung kebutuhan genteng,nok dan,lisplank

Rumus menghitung kebutuhan genteng, nok dan listplank..? Tentu saja sangat penting karena dengan mengetahui rumusnya, Anda akan mudah mengetahui jumlah kebutuhan genteng, nok dan lisplank dalam pembangunan sebuah rumah. Dengan mengetahui berapa jumlah genteng, nok dan lisplank yang dibutuhkan bisa diperkirakan berapa dana yang diperlukan. Untuk itulah sebelum membangun sebuah rumah Anda perlu membuat rencana anggaran biaya (RAB) . Salah satu cara mudah untuk membuat rencana anggaran biaya adalah dengan memakai rumus kebutuhan. Untuk mengetahui berapa banyak kebutuhan genteng, nok dan lisplank?.


A. Rumus Menghitung Kebutuhan Genteng. 
Rumus ini akan mempermudah anda mengetahui berapa kebutuhan genteng. Rumusnya adalah : 
Jumlah Kebutuhan Genteng = Luas Bidang Atap x Koefisien Genteng Terhadap Bidang 
Misal : Bidang atap miring yang akan ditutup dengan genteng memiliki panjang sisi miring sebesar 7m, lebar bidang 6m, maka untuk menutup 2 sisi bidang miring atap panjang total menjadi 7 m x 2 = 14. Atap yang digunakan misalnya genteng ex.Roman Kanmuri atau yang sekelasnya dengan koefisiennya 14 buah /meter2.
Berapa kebutuhannya..? 
Jumlah genteng = (2 x (panjang sisi miring x lebar bidang)) x 14 buah genteng. 
= (2 x (7 m x 6 m)) x 14 buah genteng 
= (2 x 42 m2) x 14 buah genteng 
= 84 m2 x 14 buah genteng 
= 1176 buah genteng. 

B. Rumus Menghitung Kebutuhan Nok. 
Sebelum Anda menghitung kebutuhan nok dengan memakai rumus ini, terlebih dahulu ketahui berapa panjang bubungan atap secara keseluruhan, baik datar maupun miring. 
Rumusnya : Jumlah nok yang dibutuhkan = Panjang bubungan x Koefisien nok genteng. 
Misal : Sebuah rumah dengan bubungan sederhana memiliki panjang bubungan 6 m. Koefisien nok genteng untuk setiap 1 m dibutuhkan 4 buah nok genteng (4 nok/1 m). 
Kebutuhannya : 
Jumlah nok genteng = panjang bubungan x 4 buah/m 
= 6 m x 4 buah/m 
= 24 buah nok genteng. 

C. Rumus Menghitung Kebutuhan Lisplank. 
Hitung panjang lisplank atap secara keseluruhan, baik datar maupun miring. Karena rata-rata panjang lisplank dipasaran 4 m, maka koefisiennya adalah 1 : 4 atau ¼. Sesudah itu baru gunakan rumus berikut : 
Jumlah lisplank dibutuhkan = Panjang bidang x Koefisien lisplank.
Misal, sebuah rumah yang memerlukan lisplank memiliki panjang bidang sebesar 6 m. Untuk penampang muka dan belakang maka perhitungannya menjadi 2 x 6 = 12 m.
Kebutuhannya :
Jumlah papan lisplank = Panjang bidang x ¼ keping papan lisplank/m 
= 12 x 4 keping/m
= 3 keping papan lisplank. 
Ingat, bagi anda yang ingin menggunakan lisplank dobel, maka kebutuhannya dikali dua (x 2).